Audio Interface / Soundcard Terbaik untuk Memulai Home Recording Studio


Untuk anda yang baru mulai membangun Home Recording Studio. Audio Interface merupakan salah satu item pertama pada daftar belanja. Tetapi dengan begitu banyak pilihan, dan begitu banyak fitur dalam setiap pilihan, sulit bagi siapa pun untuk memahami itu semua, apalagi bagi pemula.


Jadi dalam artikel saya hari ini, saya akan membuatnya sederhana, dan akan membawa anda melalui seluruh proses untuk menentukan pilihan anda, dan menunjukkan beberapa audio interface terbaik saat ini di pasaran untuk memulai studio rekaman anda sendiri.


Pertama ...


Mungkin anda akan bertanya seperti ini:


"Komputer saya sudah ada soundcardnya, kenapa saya harus membeli audio interface/soundcard lagi?"


Pada komputer anda terdapat Soundcard yang menempel pada motherboard komputer. Biasanya anda akan menemukan 3 buah lubang yaitu, 1 lubang stereo outout / headphones out, 1 lubang mic input dan 1 lubang line input.


Ketika anda merekam dengan menggunakan Soundcard Onboard tentu saja anda akan menemukan banyak sekali masalah, biasanya masalah yang paling terasa adalah:



  1. Kualitas merekam suara yang kurang bagus, Sudah pasti akan banyak noise yang akan mengganggu hasil rekaman anda. Belum lagi kualitas soundcard onboard hanya bisa maksimal 16bit, coba bandingkan dengan audio interface yang memang dikhususkan untuk rekaman. biasanya mempunyai bit depth sampai 24 bit sampai 32 bit.
    Untuk sample rate pun sama. Biasanya soundcard onboard mempunyai sample rate yang kecil, 44,1 kHz walaupun beberapa ada yang sampai 48kHz, tetap saja soundcard tersebut tidak diciptakan untuk dipakai rekaman
  2. Latency, Sudah jelas anda akan sulit sekali untuk melakukan tracking apabila terdapat latency yang cukup tinggi. Walaupun hal ini bisa di akali dengan menggunakan driver ASIO4ALL, namun tetap saja latency akan terasa mengganggu.
  3. Koneksi Jack 3,5mm, Pada instrumen musik dan microphone biasanya menggunakan Jack 1/4 atau kabel XLR atau kabel TRS. Meskipun hal ini bisa diatasi dengan menggunakan converter, tapi hal ini justru dapat menambah buruk kualitas rekaman anda
  4. Kualitas AD / DA Converter yang buruk, AD Converter adalah bagian dari soundcard yang mengubah data analog menjadi data digital (input), sedangkan DA Converter mengubah data digital menjadi data analog (output). Dengan kualitas AD / DA Converter yang tidak baik pada soundcard onboard, maka hasil rekaman anda juga akan kehilangan frekuensi dibandingkan dengan bunyi instrumen aslinya. Hal ini biasanya terjadi pada frekuensi rendah dan menghasilkan hasil rekaman yang "mendem".

Apakah anda masih ingin menggunakan Soundcard Onboard untuk Home Recording Studio anda?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

OK...!! Sekarang mari kita membahas lebih dalam mengenai Audio Interface

Dari ratusan fitur yang terdapat pada audio interface, hanya ada 3 fitur utama yang harus benar - benar anda perhatikan dalam memilih audio interface.


3 fitur utama tersebut adalah

  1. Computer Compatibility
  2. DAW Compatibility
  3. Kebutuhan Audio yang anda inginkan
Nomor 1 dan 2 sangat mudah sekali.

Pertama, pastikan audio interface tersebut kompatibel dengan sistem operasi yang terdapat pada komputer anda (Windows atau OSX), dan juga dengan koneksi yang tersedia pada komputer anda (USB, Firewire atau Thunderbolt)

Kemudian periksa deskripsi produk atau situs web perusahaan untuk memastikan kompatibilitas dengan DAW anda. sebagian besar DAW sudah kompatibel dengan berbagai macam audio interface, tetapi alangkah baiknya anda mengecek untuk memastikan.

Sekarang point ketiga, karena sedikit lebih rumit... mari kita bahas lebih lanjut mengenai kebutuhan audio anda.

pertanyaan saya yang pertama mengenai ini adalah

Berapa banyak jumlah Input / Output (I/O) yang anda butuhkan?

Beberapa Recording Engineer mugkin akan memberitahu anda, hal pertama yang harus anda cari dari sebuah audio interface adalah jumlah input/output yang tersedia.
  • Inputs, menjadi penting karena menentukan berapa jumlah track yang bisa anda rekam sekaligus dalam satu kali take.
  • Outputs, akan menenentukan berapa banyak mix yang bisa anda monitor sekaligus
Pada interface biasanya, jumlah I/O dapat berkisar antara
  • 1-2 - untuk audio interface sederhana, atau
  • 20+ - pada studio professional
Jumlah I/O yang anda butuhkan tergantung bagaimana kebutuhan audio anda. 

Sebagai contoh:
  • Musisi Solo - Mungkin hanya membutuhkan 2-4
  • Penulis / Pengarang Lagu - yang bekerja dalam kelompok kecil, ingin setidaknya 4-8
  • Sound Engineer yang merekam Band - sebanyak mungkin semakin bagus (16 setidaknya)
Setelah Anda memutuskan berapa banyak jumlah I/O yang anda butuhkan, 

Pertanyaan saya yang kedua adalah


Apa yang ingin anda rekam melalu audio interface anda?


Hal ini perlu anda perhatikan untuk menentukan pilihan audio interface anda. Pastikan audio interface yang anda pilih nantinya memiliki koneksi input yang dibutuhkan untuk merekam instrumen atau sumber suara yang akan anda rekam.


Sebagai contoh:

  • Anda seorang vokalis yang ingin merekam vokal kualitas bagus dengan menggunakan Mic Condenser, maka audio interface anda wajib memiliki phantom power (48V) untuk memberikan daya pada mic anda.
  • Anda ingin merekam Instrumen seperti gitar dan bass dengan cara direct input, pastikan audio interface anda memiliki instrument input, khususnya apabila anda menggunakan gitar dengan pickup high output pastikan terdapat HI-Z Switch, yang berarti high impedance input. 
  • Apabila anda merekam keyboard synthesizer atau output dari multi fx gitar, dibutuhkan line input.
  • Dan apabila anda ingin merekam data midi dari midi controller, dibutuhkan juga midi input. meskipun sekarang sebagian besar midi controller sudah menggunakan koneksi USB tetap saja untuk menambah keleluasaan anda nantinya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekarang saatnya untuk mulai mempersempit pilihan Anda...

THE 3 CATEGORIES OF INTERFACES

Sebelum anda membandingkan model interface tertentu, anda ingin mempersempit pilihan anda dari ketiga kategori berikut
  1. Desktop Interfaces - bentuknya kecil dan berada di meja di sebelah komputer anda
  2. Rackmounted Interfaces - ukurannya lebih besar dan biasanya di pasang dalam ukuran unit rak standar
  3. Professional Interfaces - sama seperti rackmounted interface, tetapi biasanya lebih mahal dan menawarkan fungsionalitas yang lebih banyak
Mari kita bahas satu persatu...


DESKTOP INTERFACES

90% dari orang yang memulai Home Recording Studio memilih Desktop Interface yang sederhana, dengan 2-4 channel I/O.
Dan saya sangat menyarankan anda juga memulai dengan ini. Berikut alasannya:
  1. Ease of Use - Kemudahan penggunaan, anda dapat menggunakan dan menjalankannya dalam waktu yang sangat singkat.
  2. Low Price - Harga yang relatif lebih murah
  3. Small Size - Benda ini duduk rapi di meja anda, dan anda tidak memerlukan pemasangan khusus.
  4. Multi-functionality - Sebagian besar bekerja sebagai solusi  ALL-IN-ONE, dan tidak memerlukan hardware tambahan.
Saya sudah menyiapkan daftar Desktop Interface terbaik dengan harga yang relatif murah namun memberikan hasil yang maksimal. Berikut ini daftarnya:

1. Presonus Audio Box USB



Di urutan awal untuk Desktop Audio Interface terbaik dengan harga yang relatif murah untuk home recording, ada Presonus Audio Box.

Untuk kelas Desktop Interface, Presonus Audio Box mempunyai ukuran yang sangat minimalis namun kualitas suara yang sangat baik. Audio interface keluaran presonus ini memiliki 2 input/2 output ditambah phantom power dengan body yang sangat solid dan kokoh. Kualitas preamp internal yang terdapat pada Presonus Audio Box ini juga sangat baik. Bahkan beberapa artis indie seperti Adhitya Sofyan pun menggunakan soundcard Presonus ini untuk merekam semua lagu di album perdana nya. Dengan harga sekitar $ 149, menurut saya Presonus Audio Box ini adalah audio interface untuk home recording yang cukup layak diperhitungkan.

Spesifikasi Presonus Audio Box:

  • 24-bit/48 kHz USB audio recording interface
  • 2 Class A XMAX microphone/instrument preamplifiers
  • 48V phantom power
  • 2 balanced TRS outputs
  • MIDI input/output
  • Powered via USB

2. M-Audio Fast Track USB MKII


Audio Interface yang satu ini mungkin sudah familiar untuk teman - teman dunia recording. Bisa saya akui M-Audio Fast Track adalah salah satu audio interface dengan harga relatif murah namun memiliki kualitas sangat baik. Bentuk fisik yang relatif kecil dan ringan membuat audio interface satu ini mudah untuk dibawa dan cocok untuk anda yang sering mencari tempat berbeda untuk inspirasi.

Spesifikasi M-Audio Fast Track
  • 2-input, 2-output audio interface
  • 24-bit/48 kHz
  • XLR microphone input with gain control and 48V phantom power for condenser microphones
  • 1/4" instrutment input with gain control
  • 1/4" stereo headphone output
  • USB Powered

3. Steinberg CI2+


Audio Interface buatan pabrikan jerman ini merupakan salah satu favorit dikalangan home studio karena harganya yang sangat murah dibandingkan dengan audio interface lain di kelasnya. Steinberg CI2+ memiliki 2 input / 2output dan sudah memiliki phantom power pada kedua inputnya. Ditambah lagi dengan Quick Control Knob yang dapat terintegrasi untuk mengontrol panel panel di cubase. Belum lagi dengan adanya Hi-Z input akan memudahkan anda untuk merekam instrumen dengan cara direct input.

Spesifikasi Steinberg CI2+
  • 24-bit/48 kHz quality audio interface with latency-free hardware monitoring
  • Two great sounding mic/line inputs with XLR-combo sockets and +48V phantom power
  • Hi-Z switch on input 1 for direct connection of electric guitar and bass
  • Two balanced line outputs and 1 phones output
  • USB-powered for mobile recordings
  • Ultra-precision AI controller knob
  • dedicated transport buttons and hands-free recording with optional footswitch

4. Focusrite Scarlett 2i2

Last but not least, salah satu favorit saya dan masih saya gunakan hingga sekarang. Focusrite Scarlett 2i2 merupakan Audio interface dengan sample rate paling tinggi, yaitu 96 kHz. Dengan sample rate ini anda bisa mendapatkan kualitas audio yang sangat baik. Didukung pula dengan teknologi preamp khas focusrite yang menghasilkan suara yang jernih dan warm. Focusrite Scarlett 2i2 dibalut dengan casing aluminium warna merah yang memberiikan kesan mewah dan elegan ditambah dengan phantom power input pada kedua inputnya. Namun apabila anda berencana merekam gitar dengan high input pickup, sebaiknya anda menyiapkan dana lebih untuk membeli DI Box, hal ini dikarenakan Focusrite Scarlett 2i2 tidak mampu menerima sinyal hot yang mengakibatkan clipping walaupun input gain sudah sangat kecil.

Spesifikasi Focusrite Scarlett 2i2


  • Great-sounding Focusrite front-end for studios that don’t need a lot of channels
  • Up to 24-bit/96kHz AD/DA for pristine sound quality
  • +48V Phantom Power
  • Direct monitor control on front panel lets you monitor without any latency
  • USB bus powered for true portable operation



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Apabila anda belum menemukan Audio Interface yang cocok untuk anda sekarang...jangan khawatir.

Tidak ada Audio Interface yang sempurna untuk setiap kondisi seseorang. Setiap orang mempunyai skenario rekaman yang berbeda...

Walaupun begitu...

Sebagai seorang pemula...Solusi paling sederhana adalah pilih salah satu desktop audio interface yang menurut anda paling cocok dengan kondisi anda untuk sekarang..dan anda dapat mengupgrade nya nanti ketika anda perlu...



Apabila anda merasa artikel ini bermanfaat,
  • Jangan lupa untuk berbagi artikel ini, atau
  • Follow us on Social Media below....

Terima kasih...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel