Mereka bergaya, bukan berkarya!

Sebelumnya mohon membaca artikel yang ditulis di myspace nya band netral di alamat http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&friendId=142146511&blogId=494269097

Yup, saya sangat setuju sekali dengan apa yang ditulis di artikel tersebut. Bayangkan, saat ini banyak sekali yang menganggap dirinya musisi, bertampangkan pas-pas, masuk ke layar kaca hanya berbakat mangap-mangap saja dan diiringi sebuah lagu yang telah direkam sebelumnya yang diputar di belakang layar.

WTF! Yang berbakat hingga lagu tersebut menjadi bagus adalah Sound Engineering nya! Bukan mereka yang menganggap dirinya seorang musisi.

Apa mereka tidak malu? Apalagi sering terjadi kaset yang mereka putar di belakang layar seperti "kusut", hingga apa yang terjadi? "berebet-berebet". Dan tanpa malu mereka tetap bergaya layaknya seorang seniman musik.

Miris! Benar-benar miris. Apa pihak label tidak teliti untuk mengambil sebuah band sebelumnya? Apa mereka hanya memikirkan uang, uang dan uang tanpa memikirkan mereka yang menganggap diri nya musisi telah merusak kuping dan secara tidak langsung membodohi rasa akan seni para pendengarnya?

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu dan mengerti bahwa saat ini begitu mudahnya memanipulasi suara. Suara vocal yang fals atau tidak nge-tune pun dapat di tune-kan dengan bantuan software.

Banyak sekali software yang dapat memperbaiki suara vocal yang fals, seperti antares autotune, celemony melodyne, dan bahkan saat ini software daw seperti steinberg cubase 5 pun sudah mempunyai fitur memperbaiki picth vocal.

Contohnya? Coba dengarkan band dengan vocalist wanita yang biasanya saat manggung malah scream-scream tidak jelas, padahal genre musik nya adalah pop!. Terdengar sekali lagu-lagu di album nya memakai software-software untuk memperbaiki picth atau tune. Suara vocal nya terdengar tidak natural, dan malah terdengar aneh di berbagai nada-nada tinggi yang terdengar "dipaksakan" untuk mencapai nada atau tune yang dimaksud.

Butuh bukti? Coba lihat dan dengarkan saat mereka manggung live. LIVE! Bukan lipsing! Saya berani bertaruh bahwa mereka tidak dapat mempertanggung jawabkan lagu-lagu dari albumnya. Walau dikabarkan saat ini sang vocalist sedang memperbaiki kualitas suaranya dengan les vocal.

Namun saya memberi penghargaan kepada mixing engineer nya. Karena untuk orang-orang awan atau yang tidak mengetahui software tersebut, sudah pasti mereka percaya bahwa suara vocal tersebut adalah suara vocal asli.

Contoh software nya seperti apa sih? Coba lihat video dibawah ini.



Yang lebih parah adalah permainan alat musik atau instrument yang palsu. Palsu? Maksudnya?

Saat ini anda tidak perlu seorang drummer, bassist, pianis, pemain shynthsizer dan lain-lain. Loh? Lalu caranya bagaimana untuk membuat musik tersebut tanpa mereka?

Dengan sebuah software atau plugins VSTi yang mempunyai sample-sample audio asli dari alat musik yang dimaksud, saat ini anda sudah dapat membuat sebuah musik dengan bantuan software sequencer atau daw.

Bentuk softwarenya seperti apa sih? Coba lihat video dibawah ini.


Biasanya artis siapa yang memakainya?

Semua artis di manejemen republik cinta, yup sang pentolan ahmad dani pun sudah mengakui di layar televisi kalau mereka memakai software-software sejenis diatas untuk menghasilkan lagu-lagu dari artis manejemen republik cinta.

Apa hanya manajement republik cinta saja? Tidak.. Banyak sekali. Tapi yang lain belum atau tidak berani membuka aib tersebut, walau sedikit banyak saya tahu. :D

Tapi dari banyaknya musisi yang tidak berbakat, masih banyak band-band yang berkualitas yang menghiasi layar kaca kita. Tapi... Ada tapi nya yah....

Coba perhatikan band-band cadas dengan skill yang luar biasa biasanya disingkirkan oleh pihak label. Walau tidak disingkirkan namun pasti di anak tirikan.

Huah... Muak tiap hari lihat band-band tidak jelas muncul di acara seperti dasyat, inbox dan lain-lain.

Bahkan malah ada salah satu band yang datang di insomnia dan ditanya oleh VJ nya.

"influence nya masing-masing dari personil band ini apa?"

malah masing-masing menjawab
"pokoknya rock"

Woy! Yang ditanya influence bukan nya genre! Ada-ada saja.

Mudah-mudahan pihak label dapat MENDENGAR dan CUKUP MENGERTI akan pendengar yang haus akan musik berkualitas dengan skill nya yang matang.

Maaf sebelumnya, postingan ini seperti marah-marah, hanya mengalirkan kata-kata dalam bentuk huruf yang tersusun dari kata hingga menjadi kalimat. Apabila ada yang merasa tersinggung, harap intropeksi diri nya masing-masing.

Untuk mengkritik presiden tidak perlu menjadi presiden bukan?

Pasti anda mengerti maksudnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel