Gugun Blues Shelter – It’s Time To Rule The World


Untuk anda yang kini menggeluti bidang musik di tanah air (terutama band), adalah wajar ketika hingga hari ini harapan untuk mendapatkan kesuksesan dari musik kian surut. Musik berkualitas semakin hari tergerus dengan kondisi tren yang tidak menentu. Serangan musik Melayu dan Boyband secara membabi buta menutup akses musik ideal di tanah air.

Tentu saja ini hal yang lumrah dalam industri. Karena bagaimanapun tren selalu berputar. Di era 90an awal, kita pun pernah merasakan kondisi di mana Slow Rock Malaysia dan Boyband saat itu menghiasi berbagai media. Namun di era tersebut, media terutama Televisi masih berimbang dalam menyiarkan video clip. Bencana terjadi ketika saat ini media televisi terkesan enggan untuk menampilkan siaran video clip seperti era sebelumnya. Diperparah dengan label besar dalam negeri yang bertanggungjawab dalam menciptakan tren penyeragaman musik saat ini. Money oriented, yap itu kata yang tepat untuk kondisi industri musik saat ini.

Tahun 2004, Band trio beranggotakan seorang gitaris Blues, seorang bule London dan drummer tanah air menelurkan sebuah album karya mereka yaitu Get The Bug dan di tahun 2007 mereka menelurkan album kedua mereka yaitu Turn It On. Musik yang diusung adalah campuran blues, funk, rock and roll dan sedikit sentuhan pop di dalamnya.

Adalah wajar ketika itu, tidak banyak orang yang familiar terhadap album tersebut, walaupun beberapa media cetak telah memberikan penghargaan cukup prestisius terhadap karya mereka. Penikmat album mereka saat itu masih di kalangan terbatas. Baru pada tahun 2010 momentum yang pas untuk karir GBS. Publik yang mulai muak dengan keadaan industri musik saat itu mulai mencari alternatif lain dan imbasnya semakin familiar terhadap karya Gugun Blues Shelter.

Tentu saja sebagai band yang mengusung musik “berbeda” dengan kebanyakan, GBS sulit untuk mendapatkan publisitas di media televisi. Perselisihan mereka dengan label juga turut menambah berat perjuangan mereka bermusik karena pada ahirnya GBS memutuskan untuk membuat musik secara independen.

Hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk berkarya. Tanpa embel-embel label besar, publisitas berlebihan infotainment dan strategi lainnya, publik dapat menilai sendiri dari aksi panggung dan album mereka. Rangkaian pertunjukan dalam negeri mereka jadikan ajang publisitas dari mulut ke mulut. Tidak puas dengan pertunjukan dalam negeri, mereka sempat pula menggelar pertunjukan musik di beberapa negara, di antara lain Inggris, Shanghai dan Singapura, kini band yang menyebut genre musiknya sebagai automatic rock ini telah merambah beberapa kota di Amerika.

Band yang di Amerika memakai nama Gugun Power Trio ini untuk pertama kalinya menggelar tur di Amerika terhitung tanggal 13 hingga 21 November 2012. Ada hal yang cukup spesial dari gelaran tur ini, dimana perjalanan mereka ke Amerika didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta SCTV. Ini menunjukan bahwa pemerintah dan media swasta akhirnya telah menunjukan kontribusinya untuk mendukung musisi dalam negeri berkualitas yang sayangnya kurang mendapat apresiasi di tanah air.

Terhitung 6 kota yang mendapat kesempatan menyaksikan aksi GBS yaitu Chicago, Charlottesville, Washington, West Hollywood, San Francisco, dan Seattle. Karena cukup banyaknya apresiasi dari promotor musik di AS, maka GBS memenuhi permintaan untuk tampil pula di New York. Penampilan trio ini cukup memukau publik setempat, dan tidak terlihat canggung di negeri orang. Tentu saja karena mereka sudah cukup mendapatkan pengalaman bermain di luar negeri, terutama ketika tampil di hadapan 20.000 penonton dalam gelaran festival Hard Rock Calling, Hyde Park London tahun 2011.

Ketika harapan untuk berkarya di tanah air semakin memudar, GBS menciptakan jalan mereka sendiri untuk berkarya di luar negeri. Sebuah tamparan besar untuk para pemilik label besar. Ketika musisi bisa mencari jalan sendiri untuk berkarya hingga ke luar negeri, bahkan menjadi duta seni tanah air, lalu apa kontribusi dari label-label major untuk memajukan industri musik dalam negeri yang kini mati suri?

Angin segar untuk Gugun Blues Shellter dan musisi lainnya serta pembaca sekalian yang sedang berkarya di jalur musik. Bahwa karya yang dibuat dengan sungguh-sungguh dan konsisten, diiringi hasrat yang tinggi untuk menjalaninya pada akhirnya akan selalu mendapat apresiasi. Kalau tidak di negeri sendiri, apresiasi akan datang dari belahan bumi lainnya. Well done GBS. It’s time to rule the world!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel